BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

IDENTITASKU KWOH

Selasa, 15 Juni 2010

trio pezina

Bandung -HARIAN BANGSA

Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, melarang Ariel Peterpan dan dua artis yang diduga pasangan mesumnya, Luna Maya dan Cut Tari, melakukan pertunjukan musik dan hiburan di Kota Kembang itu.
Hal tersebut terkait kasus video porno yang saat ini menjerat mereka. "Selama kasus hukumnya belum selesai, mereka akan kami cekal. Ini adalah sanksi moral bagi mereka karena telah merusak mental masyarakat lewat video porno," kata Wali Kota bandung Dada Rosada di Bandung, Senin (14/6).
Ia juga telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung untuk menurunkan seluruh papan reklame yang menampilkan wajah Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari.
Namun, pencekalan Ariel tidak berlaku untuk anggota grup band Peterpan lainnya. Grup band papan atas itu dan anggotanya tetap boleh manggung di Bandung, asal tidak mengikutsertakan Ariel.
Menurut Dada, perilaku Ariel yang juga warga Kota Bandung sangat mencoreng nama baik tanah kelahirannya sendiri. Apalagi, Kota Bandung sejak beberapa tahun lalu telah memproklamirkan sebagai kota agamis.
"Bersama Peterpan, Ariel, sudah menjadi jadi ikon anak muda dan kami menghargai prestasi dia selama kini. Tapi kami tidak mau ulahnya (membuat video porno) ditiru generasi muda," tutur Dada.
MUI Jawa Barat mendukung pencekalan yang dilakukan Pemkot Bandung terhadap Ariel, Luna Maya dan Cut Tari terkait beredarnya video porno yang diduga melibatkan mereka.
"Saya meminta agar masyarakat menghargai keputusan Pemkot Bandung yang mengeluarkan pencekelan terhadap Ariel dan kawan-kawan," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Ust. Hafidz Utsman.
Ia menyatakan, MUI selaku salah satu institusi yang peduli terhadap moral dan akhlak bangsa, sangat menghormati keputusan Pemkot Bandung yang mengeluarkan cekal kepada artis yang melakukan tindakan asusila. "Kami sangat menghargai dengan hormat putusan itu, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab Pemkot Bandung untuk menjaga akhlak masyarakatnya," ujarnya.
Ia menilai tindakan Pemkot Bandung merupakan upaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait beredaran video mesum yang diduga melibatkan Ariel, Luna Maya dan Cuti Tari.
"Kalau saja, Ariel tampil di Bandung dan ada masyarakat yang emosi, maka dikhawatirkan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Nah, pencekal ini dinilai tepat untuk mengantisipasi hal tersebut," katanya.
Aksi cekal terhadap Ariel, Luna dan Tari langsung direspon oleh kalangan Persatuan Artis Sinetron Indonesia (Parsi). Melalui ketuanya, Anwar Fuadi, Parsi menyesalkan pencekalan yang dilakukan Pemkot Bandung.
Menurut Anwar, seharusnya dalam hal ini Wali Kota Bandung (Dada Rosada) mengedepankan azas praduga tak bersalah dalam kasus tersebut. “Saya menyayangkan adanya pencekalan dari Wali Kota Bandung terhadap ketiganya untuk tampil di Bandung. Seharusnya yang dikedepankan asas praduga tak bersalah. Mereka kan belum terbukti dan masih dalam penyelidikan polisi,” kata Anwar.
Anwar mengatakan, pencekalan seharusnya dilakukan setelah mereka betul-betul terbukti melakukan adegan dalam video mesum. Bahkan, kata dia, kalau mereka mengaku, tak perlu ada pencekalan. “Sebetulnya tak perlu ada pencekalan. Kalau memang terbukti, cukup dengan tidak menganggap mereka sebagai artis,” kata Anwar.

Tuntut Minta Maaf
Sementara itu, massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) kemarin melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Metro Jaya. Mereka menuntut ketiga artis yang diduga pemeran video porno untuk meminta maaf kepada masyarakat.
Para demonstran sempat diterima oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya di gedung utama Polda. "Kita menuntut Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari untuk meminta maaf kepada masyarakat, terutama umat Islam," kata Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Salim bin Umar Alatas, kemarin.
Alasan menuntut tiga artis papan atas tersebut kepada masyarakat karena mereka adalah public figure yang sering muncul di media massa dan dilihat oleh masyarakat. Video mesum mereka yang tersebar luas dikhawatirkan akan membuat masyarakat resah.
"Bintang-bintang ini sudah sangat meresahkan, merusak akhlak moral anak bangsa dan kalau dibiarkan akan semakin merajalela," lanjutnya.
Kepada tiga artis yang membuat heboh tersebut, FPI menuntut agar mereka segera ditahan. FPI mengancam jika tidak ditahan oleh polisi, FPI akan mendatangi kediaman mereka agar menyadari perbuatannya.
Selebihnya, FPI menyimpulkan jika tidak ada penahanan berarti hukum di Indonesia tidak berlaku. "Kita beri waktu seminggu bagi polisi untuk menahan mereka, karena mereka merusak moral, teroris moral. Jika tidak ditahan, akan kita datangi rumah mereka masing-masing," ancamnya.
FPI juga mendesak polisi untuk tidak hanya menahan penyebar video, tetapi juga pelaku dalam video itu. "Kita juga mendesak pihak kepolisian untuk memberantas VCD porno, atau kami akan sweeping pedagang VCD porno, kita juga mempertanyakan kenapa itu dijual bebas, padahal di dekat kantor polisi. Ini harus ditanggapi Kapolda," katanya.
Kemarin siang, sedianya Ariel dan Luna Maya menjalani pemeriksaan di Mabes Polri. Namun, hingga kini keduanya belum menampakan diri. "Harapan saya dan anda mungkin sama, secepatnya. Kalau pemeriksaan untuk video itu sendiri kebetulan kemarin dia sakit mudah-mudahan hari ini dia sembuh dan bisa datang," ujar Kadiv Humas Edward Aritonang di Mabes Polri, kemarin.
Namun informasi yang beredar, Ariel kemarin tengah syuting di bilangan Pulogadung dan tidak memenuhi panggilan Mabes Polri. Hanya saja, Edward mengaku tidak mengetahui informasi tersebut. "Saya tidak tahu persis. Saya tidak tahu persis kegiatan Ariel hari ini," ungkapnya.
Sebelumnya, pada Jumat 11 Juni lalu, Ariel dan Luna Maya telah mendatangi Mabes Polri. Pada kesempatan itu, keduanya diperiksa selama hampir 3 jam. Edward Aritonang, kembali menegaskan tidak ada rekayasa dalam video porno mirip Ariel, Luna dan Cut Tari.
"Tidak ada rekayasa. Ini jika dilihat dalam konteks rekayasa sunting kiri, sunting kanan, ganti muka maksudnya," ujarnya kepada wartawan di Mabes Polri, kemarin. Kendati demikian, Edward melanjutkan, siapa pemeran sesungguhnya yang mirip ketiga artis itu, Polri belum dapat menyimpulkan. "Karena pemeriksaan belum selesai. Bahkan pemeriksaan Ariel dan Luna belum berlangsung."
Polro kemarin juga saudah memeriksa artis Cut Tari. Istri Yohannes Yusuf Subrata itu tiba di Bareskrim Polri dengan didampingi suaminya. Cut Tari yang mengenakan kemeja lengan panjang putih dan rok hitam hanya melempar senyum kepada wartawan.
"Cut Tari sudah hadir memenuhi panggilan penyidik. Ia diperiksa sebagai saksi untuk mengklarifikasi beberapa isu yang berkembang yang menyebut-nyebut nama beliau dalam pemberitaan terkait tayangan pornografi," terang Edward.
Ariel, Luna dan Cut Tari terancam dijerat dengan pasal 29 Undang-Undang No 44/2008 tentang Pornografi, UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan Pasal 282 KUHP tentang Perzinahan.
"Memang ada pasal perzinahan juga. Kalau salah satu pihak terikat hubungan suami istri. Kalau namanya delik aduan perzinahan, salah satu pihak harus terikat pernikahan. Si suami punya istri atau istri punya suami," jelasnya.
Sebelumnya, Polri telah mendeteksi wilayah video itu diunggah. "Lokasi sudah ditemukan di Indonesia. Saya tegaskan, ditemukan di Indonesia. Di wilayah Sulawesi dan Jawa Barat," kata dia.
Terkait dengan pengrusakan kamera wartawan Trans TV yang dilakukan Ariel ketika ia akan meninggalkan Bareskrim Polri pada Jumat (11/6) lalu, Polri berniat memintai keterangan Ariel.
"Itu sudah saya cek. Sudah diterima laporannya, nanti kalau sudah datang Ariel akan ditanyakan," tandasnya.

Ariel-Luna Bicara
Ariel dan Luna Maya akhirnya angkat suara perihak video porno yang bintangnya mirip dengan dirinya.
Eks vokalis Peterpan ini menilai video tersebut sengaja disebarkan untuk menyudutkan dirinya.
“Kita sudah hampir dua tahun nggak keluarin album dan bulan depan mau keluarin album. Jadi mungkin ini lebih ke pembunuhan karakter,” terang Ariel dalam wawancara dengan TvOne, kemarin.
Akan tetapi, dalam kesempatan itu Ariel tidak menyebutkan siapa pihak yang sengaja menyebarkan video tersebut.
Meski begitu, penyelidikan polisi sampai saat ini msih berjalan. Karenanya dia meminta agar penyelidikan ini dihormati.
“Kita serahkan ke pihak yang berwajib. Harusnya jangan dilebihkan sebalum ada keputusan pasti. Kalau belum ada bukti itu bisa jadi fitnah,” katanya.
Beberapa waktu lalu, Ariel disebut memiliki 23 video syur lain. Saat dikonfirmasi, Ariel pun menganggap gosip tersebut terlalu kreatif. "Terlalu kreatif yang beredar di luar sana," ujarnya saat diwawancara TV One, kemarin.
Berbeda dengan Ariel, Luna Maya tidak berminat untuk mengomentari gosip tersebut. Menurutnya, kabar yang beredar saat ini sudah terlalu berlebihan.
"Kalau nama yang lain, kita no comment," ucap Luna yang ketika tampil terlihat tidak membubuhkan make-up berlebihan di wajahnya.
Luna Maya merasa sangat terpojok dengan pemberitaan mengenai video porno mirip dirinya dan Ariel. Padahal sampai saat ini belum ada pembuktian kalau merekalah bintang video tersebut.
"Belum ada pembuktian dari siapapun sesuai porsinya masing-masing. Kita sudah dituduhkan, 'Ariel-Luna'," keluh Luna.
Bintang film 'Ruang' itu menyesalkan segala pemberitaan tentang dirinya dan Ariel. Apalagi pemberitaan tersebut menurutnya sudah sampai tahap pencemaran nama baik. "Padahal proses hukum sedang berjalan," ujar Luna lagi.
Aktris 26 tahun itu pun menegaskan kalau dirinya adalah korban. Makanya ia menuntut agar penyebar video mirip dirinya dan Ariel segera ditangkap
Selain tidak mengakui adanya 23 video tersebut, Ariel juga membantah telah merusak kamera salah satu wartawan saat keluar dari ruang pemeriksaan Mabes Polri pada Jumat (11/6) lalu. Pemilik nama Nazriel Irham tersebut merasa dirinya hanya menepis kamera itu.
Bagaimana nasibnya di iklan Lux, kabarnya Luna Maya dengan resmi sudah mengundurkan diri sebagai bintang Lux.
Sejak pengunduran diri Luna, pihak Lux belum menemukan pengganti brand ambassadornya.
"Belum ada, tapi memang akan keluar iklan dengan brand ambassador regional (bintang Lux Asia). Tapi itu bukan pengganti Luna Maya," kata Head of Corporate Communication Lux Maria Dewantini saat jumpa pers di Kantor Unilever di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (14/6).
Kalau pun akan dicari pengganti Luna, Lux punya kreteria khusus untuk bintang iklanya. Salah satunya, bintang Lux harus menginspirasi banyak orang.
"Selain itu jika dilihat akan menjadi bintang besar ke depannya dan baik juga untuk konsumen," kata Maria.
Menurut Maria, penguduran diri Luna bukan dikarenakan buruknya imej Luna setelah kasus beredarnya video porno mirip dirinya dan Ariel. Lagi pula penjualan produk sabun Lux tidak terganggu dengan beredarnya video porno mirip Luna dan Ariel.
"Kalau untuk peningkatan penjualan kita nggak bisa korelasikan dengan ikon. Penjualan itu banyak sekali faktor yang pengaruhi. Jadi penempatan ambassador itu nggak secara langsung dia akan pengaruhi penjualan," jelasnya. (mia/oke/inc/dth)

0 komentar: